Pembagian Kamar untuk Anak Kembar yang Beranjak Dewasa

Pembagian Kamar untuk Anak Kembar

Setiap pasangan pasti akan bahagia jika mendapatkan buah hati yang menggemaskan. Apalagi kalau ternyata anak yang dilahirkan kembar. Wah, pasti jadi ramai dan tambah seru suasana di dalam rumah. Tapi, berkaitan dengan anak kembar ini, ada satu hal yang harus diperhatikan oleh orangtua, yaitu kamar untuk mereka. Biasanya orangtua akan membuat kamar di satu ruangan yang cukup besar untuk dua orang anak sekaligus. Namun, bagaimana jika anak kembar semakin beranjak dewasa? Pembagian kamar seperti apa yang cocok untuk mereka? Simak penjelasan berikut ini!

Tips Mengatur Kamar Anak Kembar yang Beranjak Dewasa

Membuat kamar untuk anak kembar yang masih kecil dengan yang sudah makin beranjak dewasa adalah dua hal yang berbeda. Saat anak kembar masih kecil, penataan kamar relatif lebih mudah. Tinggal sediakan ruangan yang representatif, isi dengan dua kasur, dan beri dekorasi yang mereka inginkan. Tapi kalau mereka sudah tumbuh dewasa, kamar seperti itu rasanya tidak relevan lagi. Maka dari itu, orangtua perlu merombak beberapa bagian kamar agar sesuai dengan kebutuhan si anak kembar. Ikuti tips berikut ini!

1. Beri Pembatas Ruangan

Hal pertama yang harus disadari oleh orangtua adalah semakin anak tumbuh dewasa, semakin dia memerlukan ruang privasi untuk kehidupannya. Mereka telah melewati masa kanak-kanak yang semuanya ingin serba bersama. Kini orangtua harus cari cara agar mereka mendapatkan kamar yang tetap nyaman dengan konsep privasi yang cukup bagi anak. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan memberi pembatas ruangan. Gunakan partisi gypsum untuk menyekat kamar menjadi dua bagian masing-masing untuk si kembar. Dengan cara itu, mereka akan lebih nyaman berada di ruangannya masing-masing.

2. Berikan Si Kembar Kebebasan Menentukan Dekorasi Kamarnya

Saat mereka masih kecil, mereka belum tahu apa-apa soal dekorasi kamar. Tapi ketika sudah beranjak dewasa, si kembar akan memiliki preferensi model kamar yang berbeda. Orangtua tidak boleh memaksakan kehendak tertentu dalam hal penataan kamar si anak. Biarkan mereka menata interior kamarnya sendiri yang sudah dibagi menjadi dua dengan pembatas gypsum. Meskipun kembar, tetap saja mereka akan memiliki selera yang berbeda. Jadi, bebaskanlah mereka memilih perabotan, desain, warna cat, dan dekorasi kamarnya.

3. Meskipun Sudah Terpisah, Usahakan Tetap Mengedepankan Konsep Kebersamaan

Memasang partisi bukan berarti saling menutup diri satu sama lain. Jangan sampai ketika kamar yang awlanya jadi satu dan kini dibagi dua lalu membuat mereka seolah hidup sendiri-sendiri dan melupakan “kekembaran”-nya. Bagaimanapun mereka tetaplah saudara kandung yang harus dikedepankan kebersamaan. Cara untuk menata ruangan yang mengadopsi konsep kebersamaan adalah dengan menyediakan space yang cukup di dalam ruangan agar mereka bisa berinteraksi. Sesekali mungkin salah satu dari mereka ingin bercerita atau sekadar ngobrol dengan saudara kembarnya. Pasti menyenangkan!

Itulah beberapa tips membagi kamar bagi anak kembar yang makin tumbuh dewasa. Sebagai orangtua, perhatikan perkembangannya dan bagaimana mereka merasa nyaman berada di kamar dengan konsep baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *