Tetap Segar Bekerja Seharian dengan Kantor yang Ramah Lingkungan

Kantor Ramah Lingkungan

Kantor hakikatnya adalah sarana tempat bekerja dari sekelompok karyawan dalam waktu sekitar 8 jam atau bahkan lebih. Lamanya kurun waktu yang dihabiskan para karyawan ini tentu akan menimbulkan kejenuhan dan kelelahan psikis yang dapat menurunkan kinerja para karyawan. Oleh karena itu, ruang kantor dengan konsep ramah lingkungan dan menyatu ke alam akan membawa kenyamanan dan dapat menetralisir kelelahan psikis pada diri karyawan. Dengan demikian, kinerja para karyawan dapat dipertahankan.

Hunian maupun kantor yang ramah lingkungan berarti menempatkan lingkungan sebagai orientasi utama, di mana aktivitas yang berlangsung di sekitarnya tidak merusak atau mencederai lingkungan. Dengan cara ini, maka lingkungan yang bersih dan sehat tetap dapat dipertahankan tanpa mengganggu aktivitas para pekerja dan warga. Perlakuan ceroboh yang dapat merusak lingkungan dapat dengan cepat merusak lingkungan itu sendiri yang berdampak langsung terhadap para warga. Banjir yang kerap melanda atau bencana kebakaran, sejatinya lebih disebabkan pada ketidakpedulian terhadap lingkungan.

Kantor Ramah Lingkungan

5 Konsep Kantor Ramah Lingkungan

Konsep kantor yang ramah lingkungan (eco-office) berarti menyelenggarakan keberadaan kantor yang berorientasi pada lingkungan yang sehat dan segar. Konsep ini penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga lingkungan hidup dari kerusakan yang akan berdampak buruk bagi para penghuni lingkungan itu. Konsep ini terus digelorakan sejak 1980-an sebagai reaksi terhadap pemanasan global (warming global) yang terus mengkhawatirkan, terutama efek rumah kaca. Ketidakpedulian terhadap lingkungan hidup pada akhirnya akan membaca bencana menyeluruh yang dampaknya dirasakan di seluruh dunia. Artikel kali ini akan mengulas peranan manajemen perkantoran dalam mengelola kantor yang ramah lingkungan.

1. Menghijaukan Kantor

Menghijaukan kembali kantor berarti perbanyak tanaman pada lingkungan kantor atau di dalam kantor itu sendiri. Tanaman yang dimaksud bisa berupa pohon, perdu, atau tanaman hias. Keberadaan tanaman ini penting sebagai sarana penyegaran kembali dari aktivitas yang banyak mengeluarkan karbondioksida. Di samping itu, keberadaan perdu dan pohon di lingkungan kantor akan membutuhkan lahan yang dapat menyerap air hujan. Dengan cara ini, volume air hujan banyak yang terserap ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi dampak banjir.

2. Perkakas Organik

Berorientasilah pada sarana organik yang dapat didaur ulang, seperti kertas pengganti plastik, yang meliputi wadah minum, makanan, atau kemasan lainnya. Semakin banyak penggunaan plastik pada akhirnya akan menjejali isi bumi dengan plastik yang membutuhkan waktu lebih dari 70 tahun untuk dapat mengurai plastik-plastik ini. Plastik-plastik yang terlanjur mengendap bukan saja mengotori lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan bencana, terutama banjir.

3. Manajemen Pendingin Udara

Keberadaan pendingin udara seakan wajib bagi banyak perkantoran untuk mengusir udara yang panas. Tetapi pengoperasikan pendingin udara (AC) secara berlebihan dalam jumlah banyak dapat merusak lingkungan, terutama lapisan ozon. Freon sebagai komponen utama mesin AC dalam jangka waktu lama akan melubangi dan merusak lapisan ozon yang sangat penting untuk melindungin bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari. Gunakan AC yang hemat energi agar konsumsi freon dapat dikurangi.

4. Manajemen Kertas

Penggunaan kertas yang berlebihan juga dapat merusak lingkungan akibat menumpuknya kertas sebagai sampah. Di samping itu, keperluan kertas yang tinggi akan mendorong banyak pengusaha dalam memproduksi kertas yang pada akhirnya memikat penebangan pohon secara serampangan. Salah satu cara mengurangi pembalakan liar adalah mengubah orientas kayu ke dalam bentuk lain. Hal ini berlaku menyeluruh pada isi kantor seperti kusen dan pintu UPVC kamar mandi sebagai pengganti kusen dan pintu kayu. Segala sesuatu yang dapat diwakili oleh sistem digital, sebaiknya tidak perlu menggunakan kertas, seperti undangan, kartu ucapan, pemberitahuan, atau laporan ringkas.

5. Manajemen Kayu

Kayu sebagai komponen penting dalam pembuatan ruang kantor perlu mendapat perhatian yang lebih. Pengunaan kayu yang berlebihan hanya akan meningkatkan pembalakan liar yang merusak lingkungan. Gunakan material pengganti kayu pada kusen dan pintu UPVC kamar mandi, garasi, atau tempat parkir dengan material dari baja ringan, atau aluminium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *